Selasa, 20 Oktober 2015

Softskill - Ilmu Sosial Dasar 1



1.      Pengertian Ilmu Sosial
Ilmu sosial adalah ilmu yang mencakup segala aspek dalam kehidupan dimulai dari sifat individu, interaksi antar individu, individu antar kelompok, bahkan kelompok antar kelompok.
Hingga dalam interaksi tersebut terjadi konflik, konflik disini berarti luas, tidak hanya masalah, tetepi juga komunikasi yang menimbulkan hubungan timbal balik. Ilmu sosial juga berfungsi mempelajari hubungan tersebut.

2.      Teori-teori Ilmu Sosial
Teori tersebut berkaitan dengan tertip sosial yang mencakup 4 macam yaitu :
1)      Teori paksa ( coercion ) yang bersaumsi bahwa “ power “ adalah sarana ampuh untuk mencapai tertib sosial. Teori ini menolak tentang realitas keanekaragaman sosial budaya.Paksaan moral kan diterima, apabila nilai – nilainya diterima. Teori ini sering digunakan dengan dalih pembangunan yang mendesak. Akibatnya sering timbul gerakan – gerakan di bawah tangan, persengkokolan kutukan, dan disorganisasi,tertib semu dan ketegangan (laten).
2)      Teori kepentinagn (Coorperation or mutual interest) ( belangen ) berasumsi bahwa masyarakat dapat tertib karena ada kesepakatan sosial dan saling percaya. Teori ini hanya efektif bagi masyarakat pedesaan yang bersifat homogen.Tujuan tertib sosial kepentingan dapat tercapai apabila ada kosensus. Dampak dari teori kepentingan ini tentunya budaya kritik,sehingga aspirasi tidak tersalurkan, yang akan menimbulkan perubahan soaila dengan mental budaya yang kurang menguntungkan misalnya apatis.
3)      Teori kesepakatan atau Kosensus berasumsi bahwa tertib sosial dapat tercapai karena manusia terikat akan norma dan nilai sehingga terjadi kosensus yang bersifat moral. Kelemahan teori ini, kosensus akan dipaksakan pada masyarakat yang bersifat pluralistic,seperti banyaknya unsure – unsure primordial.
4)      Teori Lambat (traagheis) menekan perlunya suatu kondisi yang dapat mempertahankan satus qou. Teori ini bersaumsi bahwa tertib sosial dapat dicapai dengan memperlambat perjuangan unsure pokok kehidupan melalui isu – isu kecintaan,kesetiaan dan disiplin. Teori ini akan menimbulkan perubahan pada segi – segi personalitas, seperti sikap yang mementingakan segi formal ( serba formalitas ) tetapi tidak menyelesaikan masalah.

3.      Contoh Masalah Sosial Pada Masyarakat
Masalah sosial lainnya yang juga sering dihadapi warga masyarakat di lingkunganmu adalah kebakaran. Siapa yang pernah melihat kebakaran? Kebakaran apa yang kamu saksikan itu? Apakah rumah atau hutan dan semak belukar? Apa yang terjadi ketika kebakaran? Api melahap segala sesuatu dengan cepat, bukan? Kebakaran yang terjadi di masyarakat umumnya merupakan kebakaran pemukiman. Sebuah rumah terbakar dan menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya. Penyebabnya antara lain kompor meledak dan sambungan arus pendek (korsleting) listrik. Karena itu, masyarakat harus sangat hatihati dengan dua hal ini. Kebakaran pemukiman kumuh dan padat penduduk umumnya merusak sebagian bahkan seluruh rumah yang ada di sana. Ini disebabkan karena bahan-bahan yang dipakai untuk membangun rumah memang mudah terbakar. Selain itu, jalan masuknya sempit sehingga sulit dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran.
Kebakaran pemukiman sangat menyusahkan warga. Kita harus berusaha mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan kita. Caranya antara lain sebagai berikut.
1. Merawat kompor supaya layak pakai dan tidak bermasalah.
2. Merawat jaringan listrik. Kabel yang mulai mengelupas diganti.
3. Mematikan kompor setelah memasak.
4. Berhati-hati menggunakan lilin dan korek api.
Kebakaran hutan sering terjadi pada musim kemarau. Asap kebakaran hutan banyak sekali. Asap kebakaran hutan mengganggu kesehatan dan lalu lintas. Selain itu, kawasan hutan akan semakin berkurang. Kalau terjadi kebakaran, segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran terdekat. Warga juga harus saling membantu memadamkan api. Dan yang juga penting adalah mencegah terjadinya kekacauan atau aksi pencurian yang biasanya ikut terjadi pada saat terjadi kebakaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar